SeOnggok Harapan Di Ulang Tahun Ke-17


Gubrak!!!
Di tengah malam atau lebih tepatnya pukul 03.00 pagi aku terjatuh dari ranjang kesayangan. Entah apa yang aku mimpikan sehingga aku terjatuh dari kasur itu. Yang pasti jatuh dari ranjang setinggi 80 cm itu membuat sekujur tubuh terasa sakit, lebih lagi bagian dada dan kepala karena terjatuh dengan posisi tengkurap.

Ringisan kesakitanku mendadak terhenti ketika aku mengingat bahwa hari itu aku berulang tahun. Yup! Tanggal 21 April 2016. Bayi kecil yang terlahir 17 tahun silam kini telah tumbuh menjadi remaja tampan dan pintar.

Di ulang tahun yang ke-17, banyak hal yang ingin aku dapatkan. Kata banyak orang, ulang tahun yang ke- 17 adalah momen yang akan selalu berkesan di dalam hidup kita. Banyak hal yang kita temukan di hari itu, semua terasa indah, banyak hal yang bisa kita dapatkan dihari itu.

Namun bagiku hal-hal indah di Hari Ulang Tahun ke-17 adalah MITOS!
Hari-hari dipenuhi rasa kekecewaan, kesedihan dan berujung pada kehambaran. Pokoknya segala hal yang aku harapkan sirna begitu saja. Disaat cuaca cerah aku malah gerah, cuaca gerimis aku malah menangis. Dan saat itu juga aku yakin dengan satu hal “Jangan Percaya Mitos!”

...Cerita Masih Berlanjut...

Mataku masih terasa berat saat itu, namun diri ini sudah tak bisa lagi membendung rasa kegembiraan. Hari ini adalah hari teristimewa untukku, di umur yang baru 17 tahun kupikir ada banyak hal yang bisa kudapatkan.
Lantai yang terasa dingin memaksaku untuk naik ke atas kasur lagi. Dengan guling di dekapanku, aku berkhayal dan memimpikan segala hal yang akan terjadi di hari ini.
Pertama, aku ingin sekali mendapatkan kejutan dari kedua orang tuaku. Ketika kubuka pintu kamarku, bapak dan ibuku menyambut diriku dengan kue cokelat dengan  lilin yang berangka 17.
Kedua, aku ingin mendapatkan kejutan dari teman-temanku di sekolah. Karena bertepatan dengan Hari Kartini aku juga berharap ada kejutan dari bapak/ibu guru.
Ketiga, aku ingin sekali makan mie ayam.. Wuu~ *makan terus..
Keempat, nah ini nih keinginan konyol yang selalu aku impikan. Dari kecil aku ingin sekali impian ini terwujud tapi tak pernah sekali pun dan mungkin takkan pernah terwujud. Kurang lebih skenarionya seperti ini, ketika upacara Peringatan Hari Kartini dilaksanakan aku berharap nama Nisful Ardi dipanggil oleh pembina upcara sebagai anak yang lahir di Hari Kartini. Seluruh siswa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadaku tak terkecuali bapak ibu guru. Tapi aku tahu kalau ini memang impian konyol yang mungkin takkan terwujud. Jadi aku tak berharap jika keinginan ini terwujud.


…Alarm Memecah Lamunanku..

Tak kusangka pagi telah datang dan aku masih terjaga hanya dengan memikirkan segala keinginanku di Usia Ke-17.
Seorang wanita memanggilku dari arah dapur rumahku, yang tak lain adalah ibuku. Dengan pasti kudatangi ibuku, setiap langkah jantungku berdetak kencang barang kali ada telur atau tepung yang meluncur didepan mataku. Tapi aku salah besar, tak ada kejutan berarti yang datang setelah aku berada tepat disamping ibuku. “Apakah mereka tak mengingat kalau hari ini aku berulang tahun?” gumamku di saat itu. “Di, mandi dulu sudah siang” suruh ibuku dengan suara datar.

…….

Setelah mandi, berpakaian, dan sarapan aku tak menemukan kejutan yang berarti. Suasana rumah tampak seperti hari biasanya, masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri. Yang kutahu sampai saat itu, tak ada satupun keluargaku yang ingat jika aku sedang berulang tahun. Bahkan ketika aku menuliskan postingan ini aku bingung ingin berkata-kata, sedih pasti, tapi kurasa akan ada waktunya dimana mereka ingat jika aku berulang tahun. Yup! Aku yakin teman-temanku pasti ingat!
Aku bergegas berangkat dari rumah untuk menuju halte bus sekolah dengan salam dan izin dari kedua orang tua.


…...

Hari itu langit sangat gelap, rintikan air hujan mulai membasahi tanah ini. Angin yang berhembus dengan damai tiba-tiba menjadi tak bersahabat. Hujan deras mulai mengguyur tempat kami bernaung. Halte Bus. Anak anak berhamburan mencari tempat berteduh. Kami yang ada di Halte pun tak bisa berbangga diri, karena kami tahu atap halte banyak yang sudah bocor. Ini benar-benar mengganggu, kawan.

Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi, sedangkan gerbang sekolahku di tutup jam 07.30,  jarak yang diperlukan sekitar 22 km.
“Apakah itu cukup?” gumamku. “Ayolah bus… datang…”

… Keinginaku akhirnya tercapai. Bus datang tapi itu sia-sia …

Dengan yakin aku menaiki bus itu, dan yakin tak akan terlambat. Tapi aku salah besar, baru 300 meter perjalanan bus malah berhenti karena banyak pengendara motor yang berjatuhan. “Ya Allah.. Mengapa Kau kirim ini semua di Hari Ulang Tahunku?”
Aku sangat pasrah saat itu.

Ting Tung..
Suara notifikasi facebook masuk ke Smartphoneku. Kulihat wall facebook-ku dan aku terharu melihat banyaknya teman yang memberikan kata-kata indah tentang ulang tahunku di tengah kesialan yang kualami.
Kugulir dan kubaca setiap pesan yang masuk, air mataku menetes perlahan.. Ya! Benar-benar menetes karena kutahu jam sudah menyentuh angka 07.25
Air mataku menetes, karena baru kali ini aku tidak masuk sekolah, terutama hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17.

Pesan kembali masuk.
Kali ini datang dari sahabat terdekatku, Arta.


Kubaca pesan itu, awalnya aku terharu betapa pedulinya dirinya membelikan banyak beng-beng untukku di hari ultahku, tapi karena aku tidak masuk di hari itu, ia menghabiskan beng-beng itu bersama Risky. Sungguh.. Aku merasa sangat sial di hari itu.. Hadiahku di telan oleh mereka.. huhuhu..

Setelah kutahu aku telat, aku tak bisa pulang ke rumah begitu saja. Aku harus menunggu bus selanjutnya  pukul 13.00 WIB dan apakah kalian tahu apa saja yang aku lakukan saat harus menunggu bus selama itu?

…Tidur…

Ya benar! Aku tidur, saat kubangun bus sedang dalam perjalanan ke rumahku. Aku merasa banyak waktuku yang terbuang di hari itu.
Tak banyak harapan yang tercapai  di hari itu.

22 April 2016
Ibu dan Bapakku tersadar dan tersenyum lega anaknya telah tumbuh menjadi remaja dewasa. Dan aku juga bangga karena tepat tanggal 22 April 2016 siang aku mendapat kabar telah memenangkan Lomba Blog City Branding Indramayu. Sungguh hadiah yang terlambat, namun walau begitu aku tetap bangga bisa mendapatkan pengalaman yang mungkin tak bisa kudapatkan lagi.


Nah mungkin itu saja kisah yang dapat saya bagikan..

Salam, Ardi And Word

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "SeOnggok Harapan Di Ulang Tahun Ke-17"

  1. kasian gan gan , tapi kan tetep beng beng nya tak kasi 1 hehehehehe
    waduh gan muka saya kok di posting , jadi malu aku gan hahahahahahaha

    Semangat gan walaupun di ulang tahun yang ke 17 gak terlalu berkesan tapi tetep umur panjang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iya beng-bengnya cuma dikasih satu.. satu lahapah habis.. hehehe.. btw thakns ya..
      ..
      Bener tuh, walaupun kesialan di hari itu beruntun tapi setidaknya saya masih diberi hadiah umur panjang dari Tuhan. Setuju..

      Delete
    2. tapi ta katanya ardi beng bengnya di makan temen sebangku dia si mbak ira

      Delete
    3. Hahaha.. awalnya mau di makan dia, tapi aku dikasih satu kok.. heheh #eh cowok jangan rumpi broh

      Delete
  2. wah selalu diingat ya karena pas hari akrtini, jangan bersedih di hari ultah harus gembira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. walau ultah pas Hari Kartini ternyata banyak yg gak sadar,.

      ..

      Pasti mbak aku akhirnya tetep gembira kok.. hehehe

      Delete
  3. huwahhh kadonya sesuatu bnget itu kak, menang lomba blog hheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe.. alhamdulillah, setelah mengalami hal tak menyenangkan ternyata ada hadiah besar dari Sang Pencipta.. bisa jadi hadiah Ultah yang ke-17 tuh hehehe

      Delete

Tolong Patuhi Peraturan Berkomentar di Ardi And Word
1. Berkomentarlah dengan Relevan
2. Dont Spam
3. No Porn dan Sara
4. Jika berkomentar dengan link tanpa relevan maka akan di hapus^^
5. Semua komentar pasti saya baca tapi tak semua bisa di balas