Curhat Edition : Gejolak Apa Ini?

Gejolak apa ini? Di Usia 17 tahun, Impian, Kewajiban, dan Cinta.

Assalamualaikum, kali ini aku akan memposting suatu topik yang berbeda dari biasanya.
Kalau biasanya aku suka memposting hal berbau tutorial blogging, komputer, dan promote brand namun kali ini aku mencoba untuk merilekskan diri ini dengan cerita curhatan.

Gak salah kan kalau blog kita jadikan tempat curhat? Karena pada awalnya pun tujuan dibuatnya blog adalah sebagai tempat curhat online. *bener gak sih?*

Hmm.. Ya sudah, intronya gak pake lama ya, aku pingin banget curhat soalnya..
---
Di usia yang ke-17 ini aku mengalami dilema yang sangat besar. Mungkin aku sendiri belum pernah mengalami hal seperti ini, entah aku yang terlalu menghayati cerita hidup ini atau memang akhir-akhir ini aku selalu mendapatkan hal-hal baru.. hm.. entahlah.

Kalau kata orang, usia yang ke-17 itu ibarat masa keemasan untuk para remaja. Kalau menurut aku sih iya, aku seakan dituntut untuk memilih suatu jalan. Kalau aku sampai salah memilih jalan, takutnya aku tak bisa menemukan jalan untuk pulang.

Sampai saat ini aku masih memiliki segudang harapan. Iya, segudang beneran!
Banyak harapan yang aku miliki. Untungnya masih ada orang yang selalu setia memberikan dukungan kepada aku. Kalau mereka perg, entah bagaimana caranya agar aku bisa mewujudkan harapanku.

Satu persatu harapanku mulai terwujud dan sudah ada ditangan, namun sifat alamiah manusia juga ada pada diri aku. Aku seakan menjadi lebih tamak jika harapan sudah terwujud. Harapan terwujud lalu tercipta harapan baru lagi.

Tapi kalau dipikir-pikir sih itu memang wajar aja ya, kalau kita hanya stagnan pada harapan yang telah tercapai lalu apa gunanya kita melanjutkan hidup ini jika tak ada impian yang harus kita kejar? Betul gak?

Kalau aku ngomongin tentang harapan, terkadang tak elok rasanya jika kita tidak saling berbagi informasi tentang harapan dan impian kita.

Aku memiliki mimpi! Aku memiliki harapan! Namun disisi lain aku juga punya kewajiban!

Saat masih kecil terkadang kita labil dalam memilih cita-cita dan harapan kita, begitupun dengan aku.
Namun ketika aku memasuki umur yang ke-14 tahun, aku memiliki impian terbesar yaitu menjadi seorang Presiden. *impiannya ketinggian gak sih?*
Sampai saat ini, aku selalu menyimpan, menjaga, dan memelihara impian itu! Entah mengapa, ada saja saat-saat dimana seorang anak kucel ini *aku* nantinya bisa menjadi seorang Presiden.

Presiden.
Yup! Sosok ini sungguh kontrofersial. Salah sedikit kita bisa dikritik habis-habissan. Seakan-akan syarat utama untuk menjadi seorang presiden adalah orang yang lengkap atau perfect.

Lalu apalah aku ini?
Seorang anak muda dengan ambisi besar yang terlahir dari keluarga sederhana yang selalu bermimpi bisa menaiki podium tertinggi negeri ini.

Seringkali aku harus menahan impian ini karena terlihat tak pantas dipangku oleh seorang seperti aku.

Lagian aku juga masih memiliki sebuah kewajiban! Kebahagiaan orang tua adalah misi terbesarku!
Aku lahir dari kebahagiaan mereka dan aku harus memberikan kebahagiaan kepada mereka juga!

Oh iya, sebagai anak muda pasti gak akan lepas dari yang namanya CINTA ya..

Pindah topik yuk, kini aku akan ngomongin tentang CINTA. Bagi pakar cinta diharap merapat!
Karena bocah labil macam aku masih butuh bimbingan *macam les gombal, hehehe..*

Beberapa kali aku mencoba “nyeletus” di depan muka teman-teman. Aku merasa ada yang aneh dari diriku ini.

“Am I Normal?”

Dikala teman-teman menarikku dan ngajak melotottin cewek-cewek yang lewat. Diriku menolak dan tetap menyimpan hatiku untuk seorang yang mungkin tak menyimpan rasa.

Dan itu seperti cukup benar!

Masih teringat pandangannya yang teduh, sifatnya yang cocok denganku, didukung hobinya yang selalu membuatku sumringah dan selalu cuek dihadapan banyak orang adalah cewek yang aku sukai.

Beberapa kali aku bisa bertemu dengannya, yes itu bikin bahagia. Padahal kalau dipikir itu Cuma sekedar ketemuan loh. Cuma ketemu. Kadang ketemu di jalan, atau di depan sekolahnya atau dimana ajalah, pokoknya bikin bahagia.

Sekedar info, aku dan doi sebenarnya udah saling kenal selama 3-4 tahun, tapi sampai sekarang belum ada hubungan apa-apa alias Cuma temen aja! *ngenes*.
Mungkin aku yang gak punya waktu cukup untuk pdkt ama doi atau apalah entah, atau mungkin aku yang terlalu culun -_- *iya gak sih? Serius aku culun?*

Oh iya, beberapa kali kesempatan aku bisa bertemu sama doi sih Cuma ngobrol-ngobrol santai. Kadang ada temen yang sengaja godain doi dari jauh dengan bilang bahwa aku menyukai seseorang, bahkan ada beberapa temanku yang bilang kalau aku sudah memiliki pacar.

*sebenarnya itu semacam test aja sih, gimana ya nanti respon dari dia kalau ada yang bilang aku udah punya pacar? Padahal demi dia aku rela ngejomblo dan nolakkin beberapa cewe demi menjaga perasaan yang gak jelas ini*

Ketika itu, kulihat wajahnya sangat respect dan mencari sumber suara-suara itu. Lalu matanya yang indah menatap ke arahku, seakan dia mencoba bertanya “benarkah? Kamu punya pacar”

*entah aku yang terlalu berharap atau memang ekspresi diwajahnya itu benar aku gak tahu*

Saat itu malah aku yang merasa bahwa “masih ada harapan untuk mengejarnya!”
Aku bahagia, sosoknya yang cuek itu susah dimengerti namun selalu berkesan dalam hidupku.

Lanjut Part 2 aja ya..
---
Oke, untuk part 1 mungkin sampai disini dulu. Cerita hidupku seharusnya tak layak untuk diumbar, apalagi jika mengandung beberapa hal yang tak seharusnya diketahui publik. Tapi aku yakin, para netizen disini cukup pintar untuk mengerti diriku. Insya Allah akan ada banyak kejutan untuk kalian di part berikutnya!
Karena…
Ya begitulah, intinya saya akan bercerita tentang impian, kewajiban, cinta dan banyak hal lainnya.

Cerita saya mungkin takkan menginspirasi banyak orang.
Tapi saya akan tetap berterimakasih kepada pembaca karena mau membaca cerita pengalaman saya ini.

Salam, Ardi And Word

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curhat Edition : Gejolak Apa Ini?"

Post a Comment

Tolong Patuhi Peraturan Berkomentar di Ardi And Word
1. Berkomentarlah dengan Relevan
2. Dont Spam
3. No Porn dan Sara
4. Jika berkomentar dengan link tanpa relevan maka akan di hapus^^
5. Semua komentar pasti saya baca tapi tak semua bisa di balas