Aku Juga Ingin Menjadi Pahlawan Keluarga


Menjadi seorang pahlawan di era kemerdekaan sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Hanya dibutuhkan kemauan dan kerja keras serta ridho dari Sang Pencipta. Berbicara mengenai pahlawan, kira-kira sosok seperti apa sih yang pantas disebut sebagai pahlawan? Apakah mereka yang rela mempertaruhkan nyawanya demi kebebasan negaranya? Atau mereka yang dianugerahi kekuatan super? Atau kamu masih memiliki jawaban lainnya?
Menurutku, jawaban mengenai sosok pahlawan itu simple. Pahlawan adalah sosok yang berjasa bagi negaranya, orang lain, masyarakat ataupun keluarganya.

10 tahun yang lalu (saat aku berusia 7 tahun), aku pernah bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan. Terinspirasi dari film Ultraman, jiwaku tergerak menjadi pahlawan “kesiangan” yang mau melindungi keluarga dari serangan monster yang ganas. Dan mimpi seperti itu tidak hanya milikku saja, banyak anak di luar sana yang mungkin juga pernah memiliki impian itu. Bagi kami, sosok pahlawan merupakan tokoh teladan yang penting dalam memupuk sifat kebajikan.

Kini aku telah tumbuh menjadi seorang remaja SMK. Impian untuk menjadi seorang pahlawan tak pernah aku lupakan. Bersamaan dengan waktu, aku menemukan sosok pahlawan di keluargaku. Mereka adalah inspirasi baruku. Karena mereka pula lah aku bisa terus belajar “bagaimana caranya untuk menjadi seorang pahlawan keluarga”
Ingin tahu kisah dan harapanku untuk menjadi seorang Pahlawan Keluarga? Simak terus ceritaku ya guys!


Pahlawan Ada Di Sekitar Kita

Di dalam rumah nan kecil, aku mendapati dua sosok pahlawan. Ibu dan Bapak. Sosok sederhana yang selalu siap melindungi anaknya dari bahaya.

Ibu, sebuah penggilan indah yang layak disandang oleh seorang wanita yang telah melahirkanku. Entah berapa banyak peluh yang ia keluarkan demi anaknya ini. Mulai dari masa kahamilan sampai aku tumbuh menjadi remaja sehat. Aku takkan mampu jika harus menghitung jumlah keringat itu.  Aku bahkan ragu ketika berfikir untuk membalas semua jasanya. Ketika aku mencicil satu persatu jasanya, ia malah menambah ribuan hutang jasa kepada diriku. Mungkin hanya lantunan doa dan tiket bahagia di hari tua, yang dapat aku berikan untuknya.Ibuku  adalah #PahlawanKeluarga yang tak pernah meminta sebongkah emas permata. Tak sekalipun terucap di bibirnya bahwa ia menginginkan sebuah penghargaan dari bumi permai. Hanya satu permintaan yang terus bergema sepanjang hidupnya “Nak, kalau sudah besar harus jadi orang sukses ya!” Hanya itu!

Bapak, adalah sosok paling keras dan tegas di rumahku. Pembawaanya yang kaku, membuat bapak tak bisa menunjukan kasih sayang layaknya seorang ibu. Namun aku tahu, ia tetap menyayangiku dengan caranya sendiri. Bapak mau membanting tulang selama 14 jam demi kami, anak dan istrinya. Ia mulai bekerja dari pukul 07.00 hingga 14.30 dan melanjutkan pekerjaanya kembali pada pukul 15.30 sampai 21.00 sebagai buruh panen.
Aku masih tak bisa membayangkan seberapa keras ia berkeja untuk kami, keluarganya.
Seberapa banyak tenaga yang keluar?
Seberapa banyak keringat yang mengucur?
Entahlah.. Aku hanya bisa mengungkapkan rasa Bangga pada Bapakku.
Ironisnya, Bapak tak pernah memandang kondisi tubuhnya. Ia hanya sibuk dengan kebahagiaan anak-anaknya. Ia berani merelakan impian pribadinya dan waktu istirahatnya demi menciptakan masa depan cerah untuk kami, anaknya.
Bapak pernah bilang, “Kalau anaknya bisa belajar di sekolah unggulan itu sudah bagus, syukur-syukur kalau adek bisa dapat peringkat. Tapi untuk Kakak, wajib masuk 3 besar ya!” ya begitulah kiranya harapan kecil dari Bapak.
Mendengar salah satu harapan Bapak, membuat diriku makin semangat belajar. Aku tak pernah tahu, apakah segala prestasi yang telah aku berikan bisa membuatnya bangga atau tidak. Tapi aku tahu, jasa #PahlawanKeluarga seperti Bapak dan Ibu takkan pernah bisa aku balaskan.


Aku Ingin Menjadi Pahlawan Hebat Seperti Bapak dan ibu

Kala itu aku sudah sadar, pahlawanku selalu berada di sisiku. Aku tak perlu merasa takut ataupun cemas lagi. Bapak dan Ibu akan selalu siap menjadi “benteng” pertahanan demi aku, anaknya. Mereka bahkan siap merelakan harta, kehormatan, ataupun nyawa demi diriku.

Tapi aku tak mau selalu seperti itu. Aku harus berani keluar! Keluar dari lingkarang perlindungan para pahlawan keluarga.
Dan kini adalah saat yang tepat. Saat yang pas untuk keluar dari zona nyaman dan mengepakkan sayap pahlawan muda.

Aku akan berusaha!
Aku akan menjadi Pahlawan Keluarga dan menjadi sosok panutan bagi adikku, Nila Sayfatul.


Mewujudkan Impian Menjadi Pahlawan Keluarga

Aku ingat, bapakku pernah berharap agar aku bisa masuk ke dalam sekolah unggulan dan mendapatkan peringkat 3 besar.
Dan semua kerja kerasku itu terbayarkan, karena sejak SMP sampai sekarang (SMK) aku selalu berada dalam peringkat 3 besar. Belum lagi bonus untuk anak berprestasi yang telah aku dapatkan, setidaknya bisa sedikit membantu perekonomian keuarga. Alhamdulillah.
Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, walaupun kami orang kecil tapi semangat kami tidaklah kecil.

Aku tidak hanya ingin puas pada kemampuan akademik di sekolah saja. Aku harus tetap terbang walaupun berada di luar lingkungan sekolah. Berpegang pada hobi membaca dan menulis, aku mulai mencoba menekuni dunia blogging setahun terakhir. Berkat jiwa konsisten yang kumiliki, aku berhasil mendapatkan berbagai bonus dunia blogging seperti mendapatkan paket free sample, tawaran job review dan memenangkan blog competition. Hal itu seakan menjadi berkah tersendiri bagi pelajar seperti aku. Contoh sederhananya, aku bisa memberikan pulsa untuk Ibu dan Bapak dari hasil kerja keras dunia blogging. Pasti akan terasa mengasyikan jika kita bisa berbagi dengan orang yang kita sayangi.

"Lalu apakah prestasi di atas sudah cukup untuk membuatku menjadi Pahlawan Keluarga?"
Hm.. kurasa belum, tapi aku belum menyerah ya guys!


“Perkerjaan Dalam Satu Genggaman”
Pernahkah kalian membaca ungkapan itu? Ungkapan itu seringkali di temukan di berbagai media sosial seperti Facebook maupun Twitter.

Lalu apa hubungan ungkapan itu dengan tema #PahlawanKeluarga yang sedang aku bahas?

Begini guys! Sekarang ini untuk menjadi pahlawan tidak harus lagi mengangkat senjata menentang para kolonialisme. Menjadi orang yang berjasa merupakan salah satu bentuk sifat kepahlawan, salah satunya dengan menjadi orang yang sukses. Dan untuk menjadi orang yang sukses pun bisa dimulai dari sebuah benda yang disebut smartphone. Hanya dengan menggunakan aplikasi usaha online yang tepat, kamu bisa mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat!


Aku ingin memperkenalkan  sebuah aplikasi yang bernama KUDO ( Kios Untuk Dagang Online ). Sesuai namanya, KUDO merupakan aplikasi bisnis online yang dapat digunakan untuk menjual barang oleh agen KUDO kepada para pembeli. Dengan terobosan yang unik ini, para pembeli akan merasa lebih nyaman ketika ingin belanja online.

Selain itu, aplikasi ini menyimpan banyak keuntungan loh guys! Apalagi untuk kamu yang ingin menjadi salah satu agen kudo. Aplikasi ini memberikan keuntungan yang berkali-kali lipat.

Seperti apa sih keuntungan yang saya maksudkan?

Saya akan menyimulasikan kegiatan jual pulsa 50 ribu kepada client. Untuk selengkapnya silakan simak gambar pembelian pulsa di bawah ini!


Bisa dilihat bahwa keuntungannya memang tidak terlalu banyak, tapi jika kamu fokus dan mau bekerja keras pasti kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih.
Selain itu, masih ada keuntungan lainnya loh! Yaitu dengan menggunakan kode voucher agen kudo.
Dengan menggunakan kode voucher kudo, kamu bisa mendapatkan potongan harga atau diskon. Lumayan bukan? Bisa untuk beli pulsa loh..

Tergiur untuk menjadi Agen Kudo?
Tapi bingung caranya gimana? Gampang banget kok!
Ikuti tutorial sederhana di bawah ini, dan isi saldo minimal Rp 10.000 kamu langsung bisa berjualan barang lewat aplikasi kudo.
Oh iya, untuk kode reveralnya jangan lupa masukkan kode ini ya Avfhood agar kita sama-sama beruntung!
Silakan disimak tutorial berikut ini ya..


Mudah bukan untuk menjadi agen kudo?

Dengan meraih keuntungan lewat aplikasi KUDO, kamu bisa menjadi Pahlawan Keluarga yang siap membantu sanak saudara. Sekecil apapun bantuanmu, saya yakin itu tetap berharga.
Jadi, mari kita bersama-sama menjadi Pahlawan Keluarga, buat mereka bahagia dengan kerja keras kita.

Terimakasih telah membaca kisahku untuk menjadi Pahlawan Keluarga bersama KUDO.

Sumber:
Data Pribadi
http://kudo.co.id/


Salam, Ardi And Word

Subscribe to receive free email updates:

16 Responses to "Aku Juga Ingin Menjadi Pahlawan Keluarga"

  1. benar banget jangan terlalu mengidolakan yang terlihat di televisi padahal yang dekat jauh lebih baik di contoh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, contohnya bapak dan ibu.. jasa mereka lebih besar di bandingkan para pahlawan lainnya, tapi kita jg harus mau menghargai pahlawan lainnya loh.. contohnya pahlawan kemerdekaan.. btw thanks kunjungan perdananya, salam kenal

      Delete
  2. gak nyangka ya bapak dan ibu termasuk salah satu pahlawan yang ada di dunia ini , jasa mereka tak akan bisa di gantikan ,
    btw aplikasi kudo bisa di download di iphone gak gan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, jasa bapak dan ibu memang susah untuk dibayarkan.. bahkan sampai maut datang pun kita belum tentu bisa membayarkan jasanya..
      --
      Hm.. setahu saya belum mas, masih tersedia untuk Androis saja

      Delete
  3. Kalau aku sih masih jadi pahlawan untuk diriku sendiri, sebelum jadi pahlawan untuk orang lain. Btw sukses ya Ardi kontesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bener bener.. jadi pahlawan untuk diri sendiri dulu ya mas amir..
      Amin

      Delete
  4. Menurutku Sosok pahlawan dari hidupku yaitu IBU karna tanpa Ibu kita bukan orang yang ada di Muka Bumi ini ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener... aku juga setuju.. paling utama adalah Ibu

      Delete
  5. Ayah dan ibuku pahlawan sejatiku :')

    ReplyDelete
  6. wahhh kerennn,, semoga terbaik jadi pahlawan di keluarga ya. .:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga sama sama bisa jadi pahlawan keluarga ya mas Rudi

      Delete
  7. Yawloh aku merasa tertampar sering mengidolakan artis2 hollywood padahal orang tua kitalah yg harusnya kita idolakan dan dijadikan pahlawan dalam kehidupan kita :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh.. aku malah gak suka artis hollywood sukanya anime hehehe.. *lol*
      Bener mas, kadang yang didekat malah tidak kita sadari.. ternyata emak dan bapak adalah sosok yg pas untuk jd pahlawan keluarga

      Delete
  8. Aku juga udah daftar jadi agen Kudo, praktis dan menguntungkan. Jual apa saja bisa, tanpa modal--lewat ponsel saja. Kudoakan semoga kamu bisa jadi pahlawan buat keluarga ya Di. Sukses terus....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bener tuh mas.. disana mah tinggal jual barang lewat smartphone, untungnya dobel dobel..
      Amin

      Delete

Tolong Patuhi Peraturan Berkomentar di Ardi And Word
1. Berkomentarlah dengan Relevan
2. Dont Spam
3. No Porn dan Sara
4. Jika berkomentar dengan link tanpa relevan maka akan di hapus^^
5. Semua komentar pasti saya baca tapi tak semua bisa di balas