Sebentar Lagi Ujian Akhir Semester, Yuk Main Game!


Halo gaes!
Tak terasa ya, sebentar lagi seluruh pelajar di negeri ini akan mengikuti Ujian Akhir Semester 1.
Lalu apa saja nih yang sudah kalian persiapkan?

Apakah kalian sudah membaca ulang seluruh materi?
Apakah kalian sudah mencari tahu kisi-kisi soal ulangan dari bapak/ibu guru?
Atau kalian bahkan belum mempersiapkan dan tak ada rencana untuk mempersiapkan apapun menjelang ujian akbar akhir tahun ini?

Pada postingan ini, saya selaku Blogger Pelajar ingin mengajak anda semua, pelajar di negeri ini untuk sedikit berelaksasi dan tak terlalu terpaku dengan materi pelajaran yang ada.
Jadi gak perlu lagi deh, belajar siang dan malam  hanya karena ingin menjadi juara kelas.
Dan gak harus les mati-matian agar bisa mendapatkan nilai sempurna saat ujian semester.

Mejelang ujian, akan lebih baik jika kamu mengisi hari-harimu dengan hal yang menyenangkan. Mengerjakan hal yang kamu sukai, contohnya saja hobi.

Bagi kamu yang hobi membaca, biasanya akan lebih mudah mengisi kekosongan dengan membaca materi dari bapak/ibu guru dan beberapa novel yang kamu sukai.

Kalau saya sih, lebih suka bermain game online. Walaupun hanya bermodalkan paket data alias no wifi, saya rela kok bermain game online sampai berjam-jam. Apalagi game dengan jenis MMORPG, bisa buat ketagihan euyy..
Dan terlepas dari pandangan buruk masyarakat mengenai hobi bermain game online, saya rasa banyak manfaat yang bisa didapatkan dari game online loh. Contohnya saja dalam melatih kemampuan menyusun strategi, mempelajari beberapa kosakata bahasa inggris, ataupun sebagai sarana perlombaan.
Kan ada tuh sekarang perlombaan game online, contohnya saja DOTA 2 Competition. Hal ini membuktikan bahwa dunia game tidaklah seburuk pandangan masyarakat.


Lalu bagaimana dengan anak yang hobi berolahraga, contohnya saja bermain sepak bola? Apakah baik, jika anak dibiarkan bermain sepak bola menjelang Ujian Semester?
Yup! Menurut saya, hal itu baik-baik saja. Tentunya dengan beberapa catatan, yaitu bermain pada jam yang tepat contohnya sore hari selepas pulang sekolah.

Malahan, jika anak yang tidak memiliki minat di dunia pendidikan terus dipaksa atau dalam arti dikekang untuk belajar full time di rumah, jatuhnnya malah anak akan tertekan dan merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat bernaung.

Apakah sampai disini masih ada orang tua yang protes dengan pendapat saya?
Takut anaknya terjerumus ke dalam lubang kemalasan?
Oke lanjut dibaca ya..

Menurut beberapa artikel yang saya baca, belajar berlebihan menjelang ujian semster akan berdampak buruk terhadap kesehatan dan mental anak. Terutama bagi anak yang belajar karena keterpaksaan ataupun belajar kebut semalam. Lalu apa sih bahaya anak belajar terlalu berlebihan?

1. Bisa membuat anak menjadi stress dan depresi
2. Membuat anak jauh dari kehidupan sosial
3. Membuat otak mudah cepat lelah di usia 30-an

Dan mengapa saya memberikan pendapat seperti ini? Apakah karena saya anak yang bodoh?
Terserah, bagaimana anda mengartikan ulasan saya ini.

Nyatanya, saya tidak begitu bodoh.
Bisa menjadi lulusan terbaik di SMP Xaverius Terbanggi Besar. Dan selalu masuk di peringkat 3 besar. Menjadi salah satu murid berprestasi di SMKN 2 Terbanggi Besar, SMK terbaik di Provinsi Lampung versi Kemendikbud. Dan terus bermimpi untuk menjadi seorang Presiden.

Terlepas dari pernyataan di atas, pembaca pasti sudah tahu bukan bahwa SMK itu berbeda dengan SMA?
Jika SMA hanya berfokus pada mata pelajaran, maka SMK harus menguasai lebih dari itu. SMK dituntut untuk mempelajari seluruh materi SMA, dan dituntut pula untuk menguasai bidang keahlian (baca : jurusan) yang dipilih.

Jadi sudah tahu bukan, bahwa pelajar SMK itu dituntut untuk belajar 2 kali lipat?
Nah, dari sana lah, saya mulai mengubah cara pandang mengenai metode pembelajaran.

Di kelas, saya bukanlah anak yang aktif menjawab setiap pertanyaan, kuis, ataupun anak yang hobi berdebat kusir. Karena menurut saya, banyak di antara mereka yang suka menyanyakan berbagai hal yang tidak perlu untuk dipertanyakan. Banyak pula diantara mereka yang suka berdebat dengan otot, bukan menggunakan otak. Alhasil, waktu belajar terbuang sia-sia.

Intinya sih, saya itu anak yang pasif. Malas mencari perhatian guru. Dan lebih sering disebut dengan anak yang “masa bodo”

Perhatian : Jangan pernah meniru apalagi membanggakan sifat pasif saya ya gaes! Karena pada dasarnya, pasif adalah sifat yang tidak baik.


Sampai disini, saya yakin ada sebagian orang yang masih bertanya-tanya.

Kira-kira bener gak ya yang dibilang sama Ardi, masa dia beneran anak yang pasif sih?
Terserah gaes! Saya gak menuntut kamu untuk percaya kok.

Terus, apa sih metode belajar yang dipakai sama Ardi?
Kalau metode belajar sih sebenernya simple gaes!
Cukup lakukan apa yang kamu cintai dan cintai apa yang kamu lakukan.

Saya sih lebih suka menggunakan waktu senggang untuk bermain game. Dan jika merasa sudah bosan untuk bermain, secara reflek saya akan mencari buku kosong dan mulai mencorat-coret.

Biasanya secara tidak sengaja saya menulis ulang semua catatan ke dalam buku kosong. Hal ini seakan menjadi pelipur lara dikala bingung ataupun sedih.
Dan tidak hanya itu saja, dengan menulis ulang semua catatan, secara tidak langsung saya juga ikut membaca ulang seluruh materi. Dan ini berguna banget loh gaes!
Ingatan saya mengenai materi semakin membaik dan karena hal itu, saya bisa memliki banyak waktu senggang untuk bermain game.


Oh iya, sebulan yang lalu saya pernah mendapatkan quote dari seorang pemenang IDL 2016, Bu Pramawati
yang berbunyi seperti ini :

“ Setiap siswa bisa belajar, hanya saja mereka memiliki cara dan kemampuan yang berbeda-beda. Dan tugas seorang guru adalah menemukan cara terbaik untuk siswanya”

Saya rasa, quote itu benar adanya. Siswa malas bukan berarti mereka tidak berpotensi hanya saja mereka merasa bahwa cara penyampaian materi tidak sesuai dengan gaya yang mereka sukai.

Contoh simpelnya begini deh.
Dari pengamatan sehari-hari, saya bisa menyimpulkan bahwa 25 dari 30 anak di dalam kelas lebih menyukai soal games. Yaitu cara dimana siswa diajak untuk menjawab soal dengan iming-iming nilai tambahan, atau ada juga guru yang sengaja memberikan tugas untuk membuat soal tanya jawab antar kelompok dalam diskusi. Dan inti dari kegiatan ini sebenarnya sangat simpel, yaitu belajar sambil bermain.

Nah karena sebentar lagi Ujian Semester Ganjil akan segera datang, saya harap teman-teman pembaca tidak merasa tertekan dan terbebani. Isi waktu luang untuk belajar dan jangan lupa untuk mengembangkan potensi diri.

Belajar itu penting! Tetapi bahagia itu lebih penting!

Terimakasih telah membaca artikel “Sebentar Lagi Ujian Akhir Semester, Yuk Main Game!”
Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca semua. Dan semoga sukses untuk ujian semesternya.
Banggakan orang tua, karena itu tujuan kita.

Salam, Ardi And Word

Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Sebentar Lagi Ujian Akhir Semester, Yuk Main Game!"

  1. betul tuh memang belajar tidak harsu dipaksa,,,
    semakin dipaksa dalam belajar anak akan semakin malas untuk belajar
    karena menurut saya belajar yang terpaksa tidak akan ada hasilnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju!
      Lebih baik memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan potensi daripada memaksa anak untuk belajar

      Delete
  2. Sepertinya kita sepemikiran sob.,, soalnya buat apa kita belajar tapi pada akhirnya kita boring dan gak enyerap apa yang kita pelajari.

    Metode belajar saya juga sama seperti yang sobat tuliskan "mencatat semua materi ke dalam buku kosong" saya juga berpendat seperti itu.

    Dan yang sama lagi, meskipun besok saya UAS tapi saya masih saja bermain game, bahkan waktu bermain game lebih banyak daripada berlajar.

    Saya sudah menerapkan metode itu sejak SP namun saya dikelas mendapatkan 10 besar

    Nice Post Sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss dulu kita!
      Berarti benar kan, game itu gak buat kita jadi bodoh.. malahan bisa membuat semangat kita bertambah

      Delete
  3. Belajar, belajar, belajar !!! sebenarnya kalo mau belajar yang ditekankan itu ya di rumah dan di sekolah adalah tempat untuk bertanya jika ada kesulitan karena kalau dirumah kita bisa belajar sambil jungkir balik sesuai mau kita . sekarang pelajar indonesia kan cuma bisa dengerin guru di kelas yang belum tentu semua bisa ngerti yang dijelaskan tapi engak mau mencari tau sendiri.

    ReplyDelete
  4. menurut saya sih, kalau pembelajaran di sekolah itu nggak energik maka siswa-siswa seperti kita mah malah boring. apalagi waktu jam siang, duh busyeett.
    lebih seneng kalau kita belajar sambil main, contohnya diadain kuis atau 'siapa cepat dia dapat', mungkin lebih menambah semangat, soalnya kalau nggak ikut nggak bakalan dapat nilai, ini nih bisa jadi motivasi buat terus belajar.

    ReplyDelete
  5. waduh, di pesantren saya malah bingungin. seperuh ujian sebelum pulangan pondok dan separuh ujian lainnya dilaksanakan setelah kembalian pondok. jadi bingung nih di

    ReplyDelete

Tolong Patuhi Peraturan Berkomentar di Ardi And Word
1. Berkomentarlah dengan Relevan
2. Dont Spam
3. No Porn dan Sara
4. Jika berkomentar dengan link tanpa relevan maka akan di hapus^^
5. Semua komentar pasti saya baca tapi tak semua bisa di balas